Sabtu, 16 Juli 2011

Ku nanti Jawabmu


Aku coba tuk bisa mengartikan perasaan hatiku
Sungguh memang begitu terasa saat batinku mengucap namamu
Kamu memang benar  cintamu mengantikan mentari pagiku
Kamu memang benar bahagiaku tak akan ada tanpa sentuhanmu
Sampai saat ini rasa ku bertahan disini, rasa yang tak akan hilang oleh waktu
Ribuan bungapun takan dapat Melukiskan segenap keindahan dirimu Sebelum engkau disisi
Tak akan  pernah berhenti ku membenci diri saat ku lewati waktu tuk hanya memandang wajahmu
Cerita cinta yang telah ku rindukan kini menjadi nyata
sepertii terbitnya pagi yang hilangkan rintihan sang malam
Sejujurnya diriku merasa sempurna dengan dirimu
Aku manusia biasa yang rindu akan rasa
Aku kan teluka bila kehilangan rasa, rasa yang terisyaratkan melalui lentik belaianmu
langkah kecilmu yang selalu hiasi setiap jalan darahku
Ku nanti dan selalu ku nanti satu janji yang terucap saat embun menetes meretas sepi
Adakah air mata menjadi rasa tuk satukan kita?
Musim berganti waktupun berlalu
Diamku terpaku menantikan sinarmu, lirih batinku memangil namamu akankah terjawab biru hatiku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar