Senin, 25 Juli 2011

Teknik meningkatkan & menurunkan Perilaku


TEKNIK MENINGKATKAN
DAN MENURUNKAN PERILAKU

A.    TEKNIK MENINGKATKAN PERILAKU (REINFORCEMENT)
Seorang ahli behaviorisme, Skinner menyatakan bahwa perilaku akan berubah sesuai dengan konsekuensi yang diperolehnya. Konsekuensi yang menyenangkan akan memperkuat perilaku dan konsekuensi yang tidak menyenangkan akan memperlemah perilaku. Dengan kata lain, konsekuensi yang menyenangkan akan meningkatkan frekuensi munculnya perilaku dan konsekuensi yang tidak menyenangkan akan mengurangi frekuensi munculnya perilaku.
                  Konsekuensi yang menyenangkan pada umumnya disebut sebagai penguat (reinforcers), sementara konsekuensi yang tidak menyenagkan disebut sebagai hukuman (punisher). Reinforcement adalah segala hal yang menyertai perilaku dan berfungsi meningkatkan kemnungkinan untuk mengulangi perilaku tersebut. Penguatan merupakan unsur penting di dalam belajar karena penguatan itu akan memperkuat perilaku.
      Terdapat dua jenis Reinforcement :
1.      Reinforcement Positif
Defenisi reinforcement positif identik dengan defenisi reinforcement itu sendiri, yaitu segala hal yang menyertai perilaku dan berfungsi meningkatkan kemnungkinan untuk mengulangi perilaku. Contoh : memberikan senyum dan menyampaikan kata “bagus” kepada anak yang bertanya, hal tersebut merupakan reinforcement positif yang diharapkan akan meningkatkan perilaku sehingga anak tersebut akan bertanya lagi. Sedangkan stimulus yang timbul dan menjadi konsekuen terhadap munculnya serta beruangnya perilaku yang dikehendaki disebut reinforce. Dalma contoh diatas, yang menjadi konsekuen (Reinforcer) adalah senyuman dan kata “bagus”.
            Terdapat dua jenis reinforce :
·         Reinforcement primer (natural reinforcement)
Adalah reinforcement yang alami, tidak perlu syarat dan tidak perlu dipelajari bagi individu yang membutuhkannya. Contoh : makanan dan minuman.
·         Reinforcement Sekunder (secondary reinforcement)
Stimuli yang berhubungan dengan reinforcement positif. Terdapat tiga macam reindorcement sekunder yaitu : social reinforcement, adalah reinforce berupa penerimaan sosial, misalnya senyuman dan sapaan. Activity Reinforce adalah reinforce berupa kegiatan, misalnya anak baru boleh bermain PS setelah dia belajar dan mengerjakan tugas, dalam contoh tersebubt bermain PS adalah activity reinforce. Token Reinforce adalah reinforce menggunakan barang, misalnya anak TK yang berperilaku baik akan mendapat permen dari gurunya, dalam contoh ini permen adalah token reinforce.

2.      Reinforcement Negatif
Adalah proses peningkatan tingkah laku dengan cara mengurangi hal-hal atau stimulus yang tidak menyenangkan. Misalnya : siswa yang datang terlambat oleh gurunya dimarahi, dihari kedua siswa tersebut datang lebih terambat, oleh gurunya siswa itu dimarahi dan tidak boleh masuk kelas, dhari ketiga ternyata anak itu tidak berangkat sekolah. Dalam contoh diatas guu yang marah dan tidak boleh masuk kelas adalah reinforce negative, yang meningkatkan perilaku terlambat. Acmad Rifa’I (2009 : 121) mengungkapkan reinforce negative itu sebenarnya adalah merupakan hukuman (punishment). Reinforcemnt negative dalam proses pendidikan seyogyianya dihindari karena akan dapat meningkatkan perilaku yang tidak dikehendaki muncul.




B.     TEKNIK MENURUNKAN PERILAKU
Selain teknik yang dapat meningkatkan frekeuensi perilaku, terdapat pula teknik yang dapat menurunkan frekuensi perilaku. Teknik menurunkam perilaku dapat dengan cara :
1.      Extinction
Adalah teknik untuk mengurangi munculnya perilaku dengan tidak memberikan reward atau respon apapun terhadap perilaku itu.
Misalnya : seorang mahasiswa yang melakukan presentasi didepan kelas, akan tetapi audien tidak memperhatikan dan tidak memberi respon apapun, sehingga akibatnya mahasiswa tersebut enggan untuk melakukan presentasi.

2.      Punishment (hukuman)
Adalah teknik untuk mengurangi munculnya perilaku dengan memberikan stimulus yang tidak menyenangkan ataupun menghilangkan stimulus yang positif/ menyenangkan setelah perilaku muncul. Punishment bersifat aversive dan sebaiknya dihindari karena dapat menghilangkan semua reinforce positif. Kelemahan-kelemahan Punishment :
·         Punishment tidak dapat mengajarkan perilaku yang positif/ baik (appropriate behaviors)
·         Harus segera diberikan secara konsisten
·         Dapat memberikan efek samping yang negatif
Perilaku yang tidak dikehendaki (negatif) mungkin dipelajari melalui modeling (aggression). Dapat menciptakan emosi negatif (kecemasan & ketakutan).
·         Punishment tidak efektif, karena perilaku yang tidak diinginkan hanya muncul pada tempat dan keadaan tertentu saja.




3.      Respon Cost
Adalah teknik untuk mengurangi lambat muncuknya perilaku dengan cara mengambil hak istimewa dari individu. Misalnya : Seorang mahasiswa yang terlambat mengambilkan buku di perpustakaan akan diberi denda.
Denda disini adalah untuk mengambil hak istimewa dari seorang mahasiswa yang terlambat mengembalikan buku.

SCHEDULES OF REINFORCEMENT
Penguatan dapat diberikan secara terus-menerus atau berkala. Jika setiap respons diikuti dengan penguatan, maka tindakan ini dinamakan pemberian penguatan secara terus-menerus (continuous reinforcemen schedules) . Sebaliknya, jika sebagian respons yang mendapatkan penguatan, maka tindakan ini dinamakan pemberian penguatan secara berantara (intermittent schedules of reinforcement).
            Terdapat tiga macam penguatan secara berantara (intermittent schedules of reinforcement) yaitu :
1.      Interval schedules: reinforcement diberikan setelah beberapa waktu tertentu setelah perilaku berlalu/dilakukan.
·         Fixed-interval schedule: pemberian reinforcement pada interval waktu tertentu (after a fixed amount of time).
Contoh: tiap 3 menit, tiap minggu/bulan, uts/uas
        Semakin dekat jangka waktu pemberian, semakin sering respon muncul
        Jika reinforcement dihilangkan, respon lebih cepat punah pada subjek yang sebelumnya diberikan continuous reinforcement daripada intermittent reinforcement
·         Variable-interval schedule: reinforcement diberikan pada interval yang bervariasi (a random/variable time schedule)
Contoh: orang memancing ikan, kadang cepat dapat, kadang lama baru dapat.
2.      Ratio schedules: reinforcement diberikan setelah muncul sejumlah respon tertentu.
·         Fixed-ratio schedule: Reinforcement diberikan setelah munculnya sejumlah respon dari subjek (a fixed Σ of responses)
Contoh: tiap 20 respon, sales bekerja dengan sistem komisi
        Tidak dibatasi waktu munculnya respon
        Semakin banyak respon yang muncul, semakin besar peluang memperoleh reinforcement
·         Variable-ratio schedule: pemberian reinforcement didasarkan pada rata-rata jumlah respon antar reinforcement, tetapi ada variabilitas besar di sekitar rata-rata itu (variable but based on an overall average Σ of responses)
Contoh: mesin judi

CONTOH MENU REINFORCEMENT
Perilaku yang di Kehendaki Muncul
Pemberian Reinforcement
Anak bertanya
Senyum, menyampaikan kata “Bagus”
Anak mendapat nilai 100 dalam ujian
Menyampaikan pujian, diberi hadiah
Anak SD kelas 1 yang sudah berani berangkat sendiri ke sekolah
Menyampaikan pujian, memberi permen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar